Beranda > Never Give Up!!! > Belajar Dari Puasa

Belajar Dari Puasa

perjalanan Sebuah perjalanan kehidupan yang kadang membawa kita kepada sebuah keadaan yang tidak kita inginkan. Tak bisa di pungkiri bahwa keinginan-keinginan yang ada dalam diri kita terkadang terasa jauh dari kenyataan.  Begitu juga yang saya rasakan. Ternyata menggapai keinginan itu tak semudah membalik telapak tangan. Ternyata harus ada harga yang harus di bayar untuk mendapatkan sesuatu. Memang tak selalu materi, tetapi pembelajaran yang sangat penting untuk kelangsungan harapan akan keinginan-keinginan mulia kita.

Pembelajaran tentang menyikapi keadaan, tentang proses berfikir, tentang pendewasaan diri, dan sebagainya. Itu semua tak bisa di lalui begitu saja dan kita telah mencapai apa yang kita inginkan. Kata orang bijak, Mindset yang sangat penting dalam menjalani sesuatu. Tetapi, untuk mendapatkan mindset yang benar itupun, tak semudah yang dibayangkan. selalu ada ujian dan tantangan yang harus terlewati sehingga mindset yang kita bangun akan berdiri kokoh tak tergoyahkan. AMiinn!!

Saat-saat ramadhan seperti ini, saya terpikirkan sesuatu. yaitu saat berbuka. ternyata ada makna yang dalam (setidaknya bagi saya pribadi) dalam rutinitas buka puasa. apa yah maknanya???

Menahan lapar dan haus dan segala yang membatalkan sejak imsak sampai maghrib. bukan perkara yang mudah, apalagi untuk mencapai tingkatan puasa yang lebih baik. tapi kali ini bukan untuk membahas puasa, karena ilmu agama saya sangat awam. saya hanya ingin mengambil sebuah pelajaran, dari perjalanan puasa ini.

Setelah menahan lapar dan haus sejak pagi, pada akhirnya saat adzan maghrib berkumandang, hati bergembira menyambut waktu berbuka. dan segala kenikmatan yang tak biasa, akan terasa, meskipun hanya segelas teh manis. Tetepi kenikmatan yang kita dapatkan benar-benar sulit di ungkapkan. Setelah saya renungi, apakah perjalanan kita itu tak seperti perjalanan puasa kita seharian? Meskipun lapar dan dahaga menggoda, tapi karena kita punya tujuan, kita punya waktu, sudah ada waktu, dan kita hanya bertahan dalam lapar dan dahaga, serta semua yang membatalkan sampai waktunya. Lapar tetap kita rasakan, haus pun tetap kita rasakan, apalagi kalau ada godaan dari lingkungan sekitar, rasanya lebih berat untuk mengendalikannya.

Menurut saya, begitu juga dengan perjalanan kita dalam menyusuri kehidupan. pasti ada godaan, cobaan, dan gangguan, akan tetapi, kalau kita tahu bahwa kita pasti sampai di tujuan kita, bahwa ada sesuatu yang menunggu kita untuk mendapatkannya, mungkin beban hidup yang terasa, bisa sedikit terasa ringan. karena kita tahu, hanya dengan berjalan, berjalan, dan berjalan terus kita akan sampai di tempat tujuan atau keinginan kita.

Semoga saya pribadi bisa mengambil pelajaran ini dengan lebih bijak. Semakin menguatkan saya, bahwa saat – saat rapuh itu mungkin datang, tetapi sebuah pencapaian akan keinginan telah  menunggu kita datang.Dan semoga bermanfaat untuk teman-teman yang telah sudi membaca postingan ini.

Dengan senang hati, saya akan menerima saran, pendapat, dan kritik dari teman-teman.

Salam hangat dan sukses selalu

Iklan
  1. September 7, 2009 pukul 12:59

    saat rapuh itu justru nantinya akan menjadi batu penjuru untuk menguatkan hehhe 😉

    SELAMAT BERPUASA 🙂

  2. September 8, 2009 pukul 03:24

    adanya cobaan dan godaan merupakan ujian atas keimanan kita…
    ikhtiar dan tawakal dalam menjalani hidup ini adalah keniscayaan untuk meraih impian…
    selamat menjalankan ibadah puasa…mas ari
    trims

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: